Pages - Menu

Jumat, 27 April 2012

AYAT - AYAT KIMIA

 Oleh: Toto Abu Ahmad 

Dalam susunan tabel periodik unsur, semua elemen digolongkan berdasarkan kemiripan sifat fisik dan kimiawi, termasuk kecenderungannya. Dan dikalangan ahli agama ini dinamakan sunatulloh. Namun, pada akhirnya, persenyawaan antar unsur - unsur ini, haruslah berakhir dititik kesempurnaan yang akan membuatnya stabil, ajeg, istiqomah dan jauh dari 'kecemasan'. Semua unsur, akan digolongkan berdasarkan 'berapa tingkatan/derajat' dia dari nilai kesempurnaan. Tingkatan sempurna itu, jika nilainya seperti nilai gas mulia, yaitu 8elektron pada kulit terluarnya. Golongan 1A sampai 3A, akan memberikan kelebihan elektronnya. Sedangkan golongan 4A sampai 7A akan membutuhkan elektron. Dan golongan 8A, tak memberi-tak menerima, dia mulia, jauh dari keinginan dan nafsu, stabil, ajeg, istiqomah, mirip tingkatan orang suci. Maka, atas pemahaman ini, golongan 7A (halogen) akan memiliki kekurangan 1 elektron untuk
mencapai derajat mulia 8, sehingga dalam bentuk bebas-tunggal dia bernilai 1e- [kurang satu elektron]. Dia butuh 1elektron dari partner senyawanya untuk mencapai 8. Begitu juga golongan 6A, dia akan kurang 2elektron. Dia butuh 2elektron dari partner senyawanya untuk mencapai 8. Dan ternyata, menuju kesempurnaan itu adalah sunatulloh. Lalu, bagaimana jika tak ada kesempurnaan yang tercapai? Maka senyawa-senyawa itu akan berusaha terus untuk mencapai sempurna, dalam kondisi ini dia akan mengalami 'radikalisasi' atau menjadi senyawa radikal. Tiada henti bereaksi-beruntun, tak kenal lelah dan seolah hidup dalam kecemasan ... Atom carbon [C], memiliki kekurangan 4elektron untuk bisa mencapai sempurna. Maka dia akan bekerja sama dengan unsur lain dalam ikatannya sehingga empat kekurangannya akan tercukupi. Misalnya menjadi CH4. Maka, atas dasar ini, jika ia hanya menemukan H sejumlah tiga, maka dia akan berusaha menutupinya dengan berikatan satu ikatan lagi. Jika tidak, misalnya °CH3, maka dia menjadi radikal! Lalu, bagaimana dengan kita? Apakah kita butuh kesempurnaan? Apakah kita butuh ikatan untuk menjadi sempurna? Apakah kita menjadi tak stabil, cemas, gelisah bila tak punya ikatan? Maka benarlah firman Allah, bahwa diciptakannya manusia berpasang-pasangan, supaya merasa tenang- tentram (sakinah), penuh kasih sayang (mawaddah) dan dirahmati (rahmah). Kita adalah unsur-elemen. Diantara kita ada yang hanya butuh satu pasangan, ada yang butuh dua, ada yang butuh tiga, malah ada yang empat. Semua ini tetap berjalan pada konsep unsur tadi: jika kamu adalah tipe halogen [7A] maka kamu hanya butuh satu saja. Jika kamu tipe golongan 6A, maka dua bagimu cukup. Dan jika kamu bertipe karbon [unsur utama intan permata], maka sempurnamu adalah dengan 4. Ketika melanggar, maka bukan kesempurnaan yang didapatkan, melainkan kehancuran (laknat). Jadi, kimia mengajarkan kepada anda, betapa kita membutuhkan jumlah ikatan yang berbeda untuk mencapai kesempurnaan. Apapun tipe unsur kamu, ya penting diingat, syarat dan ketentuanNya berlaku. Izul Tea Petarung Sejati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar