Pages - Menu

Sabtu, 19 April 2014

KISAH YANG BENAR TENTANG PENYALIBAN NABI ISA AL-MASIH ‘ALAIHISSALAM MENURUT ISLAM

Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
Dan karena ucapan mereka (orang-orang Yahudi): Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (An-Nisa’: 157-158)
Para pembaca, sangatlah pantas jika orang-orang Yahudi adalah sekelompok manusia yang dilaknat dan dimurkai oleh Allah subhanahu wata’ala. Perangainya yang licik dan perilakunya yang jahat menjadikan mereka sebagai umat yang hina dan rendah. Banyak ayat Al-Qur’an yang telah menjelaskan tentang watak dan sepak terjang Yahudi yang tercela ini.
Di antara kejahatan yang pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi adalah upaya pembunuhan terhadap salah satu nabi utusan Allah subhanahu wata’ala yang mulia, yaitu Isa Al-Masih bin Maryam ‘alaihissalam, setelah sebelumnya mereka dengki kepada beliau, mendustakan, dan tidak mau beriman kepada beliau. Begitulah Yahudi, membunuh nabi merupakan sifat dan kebiasaan mereka sejak dahulu. Kalau para nabi saja mereka bunuh, maka tentu menumpahkan darah kaum

Paman-Paman Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam Syarah Al Aqidah Al Washithiyyah (411) menjelaskan:
Paman-paman Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam ada sepuluh orang. Namun yang hidup di masa Islam ada empat orang, dua orang tetap dalam kekufuran dan dua orang lagi memeluk Islam.
Yang tetap pada kekufuran yaitu:
  1. Abu Lahab. Ia telah banyak berbuat buruk kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dengan keburukan-keburukan yang besar. Bahkan Allah Ta’ala menurunkan satu surat khusus untuknya dan untuk istrinya si pembawa kayu bakar, yang mencela dan memberikan ancaman untuk mereka berdua. 
  2. Abu Thalib. Ia telah berbuat baik kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dengan kebaikan-kebaikan yang besar dan masyhur. Diantara hikmah Allah Azza Wa Jalla menetapkan Abu Thalib tetap dalam kekufuran ialah, andaikan ia tidak kafir, tidak terwujud pembelaannya terhadap Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Bahkan Abu Thalib akan diganggu sebagaimana gangguan yang dilancarkan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Namun, dengan kedudukannya yang tinggi di sisi orang kafir Quraisy, dan ‘keistiqamahan’ Abu Thalib dalam agamanya (yang musyrik) ini menjadikan orang kafir Quraisy mengagungkannya dan juga ini menyebabkan ia dapat memberikan pembelaan kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam.

Kamis, 06 Maret 2014

SIFAT SHOLAT NABI

Secara bahasa sholat adalah ad du'a atau berdo'a, adapun secara istilahnya adalah perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. 
1.Apabila seseorang hendak melakukan sholat maka berdirilah jika mampu dengan menghadap kearah kiblat, pandangan tertuju dan menatap kearah tempat sujud, setelah itu bacalah takbir: "Allahu akbar" dengan mengangkat kedua tangan hingga posisi keduanya sejajar dengan bahu dan jari-jemari dirapatkan, setelah itu meletakkan kedua tangan di bawah dada dengan posisi telapak tangan kanan memegang punggung telapak tangan kiri atau pergelangan tangan kiri.
2.Kemudian membaca do'a iftitah, diantaranya:
"Allahumma baid baini wa baina khotoyaya kama baadta bainal masyriki wal maghrib, Allahumma naqqini min khotoyaya kama yunaqqos tsaubul abyadu minad danas, Allahummagsilni min khotoyaya bil ma'i was salji wal barod".
"Ya Allah,jauhkanlah antara aku dengan kesalahan-kesalahanku,sebagimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat,Ya Allah,sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagimana dibersihkan kain puttih daru kotoran.Ya Allah,bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan air dan salju dan embun".Setelah itu membaca taawwud atau "A'udzubillahi minas syaithonirrojim"."Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk"